Joel Greenblatt more advanced technique: You can be stock market genius
After his popular book The Little Book That Beats the Market, Joel Greenblatt come out with another book: You Can Be Stock Market Genius. In this book he explore more advanced technique to profit from stock market investment. These all are special corporate situation where probability of earning profit is higher.
The advanced level investment approaches discussed are: Spinoffs, Rights Offerings, Risk Arbitrage, Merger Securities, Bankruptcies, Recapitalizations, Stub Stocks, LEAPS, Warrants, and Options.Key points take away
1. Spin-off
It is creation of new company from division of the parent company. Spin-offs are prone to mispricing. This is because institutions and people often sell them for reasons other than the intrinsic value of the company. Some institutions might not even be allowed to own it due to small market capitalization, or it doesn’t fit into their “strategy. This stock dumping cause stock undervalued and create opportunity. Spin-off beat S&P500 by 10% per year between 1963-1998, while parent company beat S&P500 by 6%. While from spin-off point of view, the release from parent company result in resources free-up and company direction clarified. In result management incentive improved and company could grow much faster.
2. Merger
When two company combined into one, this is called merger. Normally it is between acquirer and acquired companies. During merger, normally acquirer pays acquired with cash or stocks. But sometime it is used other securities like bonds. When acquired share holder received securities bonds, they usually sell them because this is something that they don't eally want. This is happen for both institution and retailer investor. The selling pressure cause the securities undervalued, and this is the opportunity come.
2.1 Warrant. Besides Bond, company could offer warrant too. Warrant is contract to buy stock at pre-determined price. Because of the selling pressure, warrant could under valued too.
3. Risk Arbitrage (Not to do)
During the merger acquisition, the acquirer could raise the price per share to make deal happen. For example 39$ per share is bid with 60$. This cause the share price in market increase from 39$ to let say 58$. Risk arbitrage is when we buy the share after the price go up because of merger issue but before the merger officially announce. When merger they receive 60$, and profit 2$.
Risk is too high because there is still possibilities that merger does not happen, and price return back to normal level and we lose a lot. Potential profit is only 2$, but potential lose is 19$. Second is because of time, where merger process could took longer than anticipated. This could cause us lose time value of money from waiting.
4. Restructuring
Restructuring defined where companies separate their division out and sell to other company. Usually the most unprofitable or different business core. Good thing is that after restructuring company could boost their earning and also their focusing their resource to the most profitable division.
5. How to act
5.1 Don't trust others. Do your own homework and due diligence.
5.2 Make sure management is stakeholder of company. Watch closely the share ownership of management.
5.3 Pick spot and concentrate. Hold on to your principle and invest big.
5.4 Increase the portfolio to 6 to 8 for diversification and reduce the total risk.
6. Bankruptcies
Joel doesn't advise to invest in bankrupt company, but in company that arise from bankruptcies instead. Emotion such revulsion, fear could cause mispricing of this companies. Sometime viable business model drawn to bankruptcies due to too much debt. After bankruptcies, part of the debt has been dropped and organization restructured, and this provide opportunities for company to shine.
7. Recapitalization
Although already rare nowadays, but it still worth to study. Sometime to fend off company from hostile takeover, they might issue securities in exchange of share, which called recapitalization. This could cause undervaluation with similar reason of spin-off, where mismatch between shareholder's needs and securities issued thus causing selling pressure. The reduction of share outstanding increase the ownership of management and magnifying the incentive to bring company success.
7.1 Stub stocks
The reminder of share after securities distribution is called Stub stocks. For example share price is 36$. Then company distribute bond worth 30$ to each share owner. The reminder value of share now become 6$. These result in advantage: Bond payment is called interest payment (debt payment) and this is not included in tax, which calculated for earning. This increase the earning of stub stock owner. This could leverage to share price. The improvement of earning by 20% could result in share price increase by 80%.
8. Option
Option is zero sum game and high risk. Joel does not recommend option for short trading, but instead long term option which called LEAPS (Option with contract maturity more than 1 year). If a reasonably priced value stock experiences a 20% gain, for instance, the underlying LEAPs contract will experience a much more significant increase. It’s a way of leveraging up the bet, with the caveat that if the stock falls below the strike price, it will expire worthless. Less risk, more reward. Less risk because, we spend capital on the cost of option only not the share price.
=====================================================================
Setelah bukunya yang populer The Little Book That Beats the Market, Joel Greenblatt mengeluarkan buku lain: You Can Be Stock Market Genius. Dalam buku ini dia mengeksplorasi teknik yang lebih maju untuk mendapatkan keuntungan dari investasi pasar saham. Ini semua adalah situasi perusahaan khusus di mana probabilitas mendapatkan keuntungan lebih tinggi.
Pendekatan investasi tingkat lanjut yang dibahas adalah: Spinoff, Penawaran Hak, Arbitrase Risiko, Sekuritas Merger, Kebangkrutan, Rekapitalisasi, Stub Stocks, LEAPS, Waran, dan Opsi.
1. Spin-off
Ini adalah pembentukan perusahaan baru dari divisi perusahaan induk. Spin-off rentan terhadap kesalahan harga. Ini karena institusi dan orang sering menjualnya untuk alasan selain nilai intrinsik perusahaan. Beberapa institusi bahkan mungkin tidak diizinkan untuk memilikinya karena kapitalisasi pasar yang kecil, atau tidak sesuai dengan “strategi mereka. Stock dumping ini menyebabkan stock undervalued dan menciptakan peluang. Spin-off mengalahkan S & P500 sebesar 10% per tahun antara 1963-1998, sementara perusahaan induk mengalahkan S & P500 sebesar 6%. Sementara dari sudut pandang spin-off, rilis dari sumber daya induk bebas dan memperjelas arah perusahaan. Hasilnya insentif meningkat dan perusahaan tumbuh lebih cepat.
2. Merger
Ketika dua perusahaan digabungkan menjadi satu, ini disebut merger. Biasanya itu antara perusahaan pengakuisisi dan yang diakuisisi. Selama merger, biasanya pengakuisisi membayar yang diakuisi dengan uang tunai atau saham. Tapi terkadang digunakan sekuritas lain seperti obligasi. Ketika pemegang saham yang diakuisisi menerima obligasi, biasanya mereka menjualnya karena obligasi adalah sesuatu yang tidak mereka inginkan. Ini terjadi pada investor institusional dan retail. Tekanan jual menyebabkan sekuritas undervalued, dan disini adanya peluang.
2.1 Warrant.
Selain obligasi, perusahaan juga bisa menawarkan warrant. Warrant adalah kontrak untuk membeli saham dengan harga yang telah ditentukan sebelumnya. Karena tekanan jual, warrant bisa di bawah nilai juga.
3. Arbitrase Risiko (Tidak direkomendasikan)
Selama akuisisi merger, pihak pengakuisisi dapat menaikkan harga per saham untuk merealisasikan kesepakatan. Misalnya 39 $ per saham ditawar dengan 60 $. Hal ini menyebabkan harga saham di pasar naik dari $ 39 menjadi $ 58. Arbitrase risiko adalah ketika kita membeli saham setelah harga naik karena masalah merger tetapi sebelum merger diumumkan secara resmi. Saat merger mereka menerima $ 60, dan keuntungan $ 2.
Resiko terlalu tinggi karena masih ada kemungkinan merger tidak terjadi, dan harga kembali ke level normal dan kita rugi banyak. Potensi keuntungan hanya $ 2, tetapi potensi kerugian adalah $ 19. Kedua, karena waktu, proses merger bisa memakan waktu lebih lama dari yang diantisipasi. Hal ini dapat menyebabkan kita kehilangan time value of money dari menunggu.
4. Restrukturisasi
Restrukturisasi didefinisikan di mana perusahaan memisahkan divisinya dan menjualnya ke perusahaan lain. Biasanya divisi yang paling tidak menguntungkan atau berbeda haluan bisnis. Hal baiknya adalah bahwa setelah restrukturisasi perusahaan dapat meningkatkan pendapatan mereka dan juga memfokuskan sumber daya mereka ke divisi yang paling menguntungkan.
5. Bagaimana bertindak
5.1 Jangan mempercayai orang lain. Kerjakan penelitian sendiri dan uji tuntas Anda sendiri.
5.2 Pastikan manajemen adalah pemangku kepentingan perusahaan. Perhatikan baik-baik kepemilikan saham manajemen.
5.3 Pilih titik yang tepat dan konsentrasikan energi anda. Pertahankan prinsip Anda dan lakukan investasi besar kalau sudah yakin.
5.4 Meningkatkan portofolio menjadi 6 hingga 8 untuk diversifikasi dan mengurangi risiko total.
6. Kebangkrutan
Joel tidak menyarankan untuk berinvestasi di perusahaan yang bangkrut, melainkan di perusahaan yang bangkit dari kebangkrutan. Emosi seperti rasa jijik, ketakutan bisa menyebabkan kesalahan dalam memvaluasi harga. Terkadang model bisnis yang bagus bisa saja terjatuh ke dalam kebangkrutan hanya karena terlalu banyak hutang. Setelah kebangkrutan, sebagian dari hutang telah dihapus dan organisasi direstrukturisasi, dan ini memberikan peluang bagi perusahaan untuk bersinar.
7. Rekapitalisasi
Meski sudah langka saat ini, namun tetap layak untuk dipelajari. Terkadang untuk mencegah perusahaan dari hostile takeover (merger paksa), mereka mungkin menerbitkan sekuritas utk ditukar dengan saham, yang disebut rekapitalisasi. Hal ini dapat menyebabkan undervaluation dengan alasan serupa yaitu spin-off, dimana ketidaksesuaian antara kebutuhan pemegang saham dengan surat berharga yang diterbitkan sehingga menyebabkan tekanan jual. Pengurangan saham beredar meningkatkan kepemilikan manajemen dan memperbesar insentif untuk membawa kesuksesan perusahaan.
7.1 Stub stock
Sisa saham setelah distribusi sekuritas disebut Stub stock. Misalnya harga saham adalah $ 36. Kemudian perusahaan membagikan obligasi senilai $ 30 kepada setiap pemilik saham. Nilai sisa saham sekarang menjadi $ 6. Ini menghasilkan keuntungan dari: Pembayaran obligasi disebut pembayaran bunga (pembayaran hutang) dan ini tidak termasuk dalam pajak, yang dihitung untuk penghasilan. Ini meningkatkan earning bagi pemilik stub stock dan meningkatkan harga saham. Peningkatan laba sebesar 20% dapat mengakibatkan kenaikan harga saham sebesar 80%.
8. Option
Option adalah permainan zero sum (ada yang rugi ada yang untung) dan berisiko tinggi. Joel tidak merekomendasikan option untuk trading jangka pendek, melainkan opsi jangka panjang yang disebut LEAPS (Opsi dengan jangka waktu kontrak lebih dari 1 tahun). Jika saham dengan harga yang wajar mengalami keuntungan 20%, misalnya, kontrak LEAP yang mendasarinya akan mengalami rasio keuntungan yang jauh lebih signifikan. Dengan LEAP, keuntungan besar dengan risiko lebih kecil. Ini di dapat dengan situasi jika saham jatuh di bawah harga strike price, maka option jadi tidak berharga dan kita akan membiarkan habis masa berlakunya. Lebih sedikit risiko, lebih banyak keuntungan. Resiko lebih kecil karena, kita menghabiskan modal untuk biaya option saja bukan harga saham.

Comments
Post a Comment